18 ARAHAT
Menurut LEGENDA, Dikatakan bahwa BUDDHA memerintahkan 16
orang ARAHAT untuk menunda parinibbana-nya untuk terus membabarkan dharma dan
menolong umat manusia. Tetapi dalam perkembangannya, terutama dalam kebudayaan
tertentu (apalagi dengan adanya personifikasi dalam bentuk patung) kemudian
muncul lagi 2 orang ARAHAT sehingga total menjadi 18 ARAHAT atau dalam tradisi
Tiongkok disebut dengan Se Pa Lo Han (18 ARAHAT).
16 Arahat pertama kali disebutkan dalam Mahayana Vataraka Shastra yang ditulis oleh Sthiramati dan diterjemahkan oleh Bhiksu Daotai ke dalam bahasa Tionghoa pada abad ke-5 M. Dalam Taiwan Wenxian (dokumen dari Taiwan) disebutkan bahwa di anatara 18 Arahat, yang tercatat dalam sutra-sutra hanayalah 16 Arahat, dua lainnya ditambahkan oleh umat Buddhis di Tiongkok. 18 Arahat dalam lukisan Guan Xiu pada tahun 891 M:
01. Rahula, Arahat Pemikir / Luo Hu Luo Duo Zun Zhe / Chen Si Luo Han.
02. Pindola Bharadvaja, Arahat Penunggang Rusa / Bin Du Luo Ba Luo Duo She Zun Zhe / Qi Lu Luo Han.
03. Subinda, Arahat Pembawa Pagoda / Su Pin Tuo Zun Zhe / Tuo Ta Luo Han.
04. Panthaka, Arahat Pengangkat Tangan / Ban Tuo Jia Zun Zhe / Tan Shou Luo Han.
05. Bhadra, Arahat Pengelana / Ba Tuo Luo Zun Zhe / Guo Jiang Luo Han.
06. Vanavasa, Arahat di bawah pohon pisang / Fa Na Po Si Zun Zhe / Ba Jiao Luo Han.
07. Nakula, Arahat Pemeditasi / Nuo Ju Luo Zun Zhe / Jing Zuo Luo Han.
08. Kalika, Arahat Penunggang Gajah / Jia Li Jia Zun Zhe / Qi Xiang Luo Han.
09. Chudapanthaka, Arahat Penjaga Pintu / Zhu Cha Ban Tuo Jia Zun Zhe / Kan Men Luo Han.
10. Nandimitra, Arahat Penjinak Naga / Qing You Zun Zhe / Jiang Long Luo Han.
11. Kanaka Bharadvaja, Arahat Pembawa Mangkok / Jia Nuo Jia Ba Li Duo She Zun Zhe / Ju Bo Luo Han.
12. Angida, Arahat Karung Besar / Yin Jie Tuo Zun Zhe / Bu Dai Luo Han.
13. Asita/Ajita, Arahat dengan Alis Panjang / A Shi Duo Zun Zhe / Chang Mei Luo Han.
14. Gobaka, Arahat pembuka Hati / Xu Bo Jia Zun Zhe / Kai Xin Luo Han.
15. Kanakavatsa, Arahat Bahagia / Jia Nuo Jia Dai Cuo Zun Zhe / Xi Qing Luo Han.
16. Nagasena, Arahat Pembersih Telinga / Na Jia Xi Na Zun Zhe / Wa Er Luo Han.
17. Vajraputra, Arahat Singa Tertawa / Fa She Luo Fu Duo Zun Zhe / Xiao Shi Luo Han.
18. Pindola, Arahat Penjinak Macan / Bin Tou Lu Zun Zhe / Fu Hu Luo Han.
Arahat Penunggang Rusa terkadang menunjuk pada Pindola Bharadvaja dan terkadang menunjuk pada Ajita. Mahakasyapa dengan Nandimitra juga sering tertukar-tukar.
1).
Bin-du-lo-ba-duo-Zun-zhe atau Pindola Bharadvaja
Pindola
mempunyai wilayah kekuasaan di wilayah sebelah barat Surga Barat. menurut
legenda, pada waktu usia muda, ia adalah seorang yang kejam dan sangat tidak
patuh pada orang tuanya. Ia kemudian dilemparkan ke neraka dan harus memakan
karang dan batu - bata sebagai santapan sehari - hari. Karena penderitaan ini
badan menjadi kurus kering. Tapi kemudian ia menyesali dosa - dosanya dan
menjadi penganut ajaran Buddha. Ia menjadi salah satu murid Buddha yang
terkemuka dan punya Luo Han bawahan sebanyak 1.000 orang. Ia mempunyai
kesaktian antara lain dapat terbang diudara dan terapung di atas air.
Seringkali ia ditampilkan dengan membawa buku yang sedang terbuka di atas
pahanya dan sebatang tongkat pengemisnya tersandar disampingnya.
2).
Ba-tuo-luo Zun-zhe atau Badra
Ia
digambarkan sebagai orang perkasa yang menaklukkan seekor harimau, sebagai
lambang kesaktidan
kekuatannya dalam menaklukkan kejahatan secara umum, ia disebut Fu hu Zun-zhe
(Hok Houw Cun Cia - Hokkian) atau Luo Han yang menaklukkan harimau.
3).
Jia-nuo-jia-fa-she Zun-zhe atau Kanaka Vatsa.
Luo Han ini mempunyai kekuasaan di suatu tempat di Kashmir. Sesudah menjadi
pengikut Buddha, ia rajin belajar dan menjadi orang yang sangat berpengetahuan.
Ia mempunyai bawahan sebanyak 500 Arhat. Ia dilukiskan sebagai orang yang
berparas luar biasa dan beralis panjang. Secara umum ia disebut Chang-mei
Zun-zhe (Tiang Bi Cun Cia - Hokkian) atau orang terhormat yang beralis panjang.
4).
Jia-li-jia Zun-zhe atau Kalika.
Juga dikenal
sebagai Kala. Ia mempunyai wilayah kekuasaan dibagian Sri Lanka. Dalam legenda
ia adalah Raja Kala yang mencapai tingkatan Arhad setelah melalui pengorbanan.
Iamempunyai bawahan yangterdiri dari : 1.000 Arhad. Seringkali ia di -
tampilkan sedang meditasi atau sedang membersihkan telinga. Sebabitu ia disebut
juga Xi-er Zun-zhe atau orang terhormat yang mencuci telinga.
5).
Jia-nuo-ba-li-duo Zun-zhe atau Kanaka Baridvaja
Disebut juga Pintoulosuoshe atau Pinkola yang muda. Ia bertugas di wilayah
Purva Videha dibantu oleh 600 Arhad bawahan, sering digambarkan beijenggot Di
Tiongkok ia disebut juga Fei-zhang Zun-zhe (Hui Tiang Cun Cia - Hokkian ) atau
orang suci bertongkat terbang.
6).
Fa-na-bo-si Zun-zhe atau Vanavasa.
adalah penguasa pegunungan Gan Zhou, Dia membawahi 1.400 Luo Han sebagai
pembantu pembantunya. Ia sering dilukiskan sebagai seorang pertapa yang sedang
bersemedi dengan mata tertutup. Ia juga di sebut sebagai Long-po Zunzhe atau (
Lang-poat Cun Cia - Hokkian) atau orang suci yang memainkan kecer, sebab beliau
sering ditampilkan dengan membawa kecer.
7).
Su-pinduo Zun-zhe atau Subhinda
Luo Han ini biasanya ditampilkan sebagai seorang suci yang terpelajar, dengan
mangkok untuk sedekah dan sebuah kitab suci ditangan kirinya. Jari-jari tangan
kanannya membentuk "mudra" yang menyatakan bahwa ia akan masuk ke
nirwana dalam waktu singkat. Wilayah kekuasaannya berada di negeri Kuru, dengan
dibantu 800 Arhad. Secara umum ia disebut sebagai Dao-wu Zun-zhe (To Ngo Cun
Cia - Hokkian) yang berarti "orang suci yang menyadari Tao".
8).
Nuo-ju-luo Zun-zhe atau Nakula
disebut juga sebagai Puchulo. Ia menguasai wilayah India, mempunyai bawahan
sebanyak 800 Arhad yang menjadi pembantu - pembantunya. Ia berhasil melepaskan
diri dari kehidupan sesat dan memeluk ajaran Buddha pada usia 120 tahun.
Seringkali ditampilkan dengan kedua tangan membuka dadanya, dan dalam rongga
itu dada itu terlihat wajah sang Sakyamuni Buddha, sebab itu ia secara umum
disebut Kai-xin Zun-zhe (Khay-sim Cun-cia - Hokkian ) yang berarti "orang
suci yang membuka hati".
9).
Fa-she-luo-fu-duo-luo Zun-zhe atau Vajra Putra.
Wilayah kekuasaannya ada di Parnadvipa dan dibantu oleh 1.100 Arhad. Secara
umum ia disebut
sebagai Duo-li Zun-zhe atau (To Li Cun Cia-Hokkian) atau "orang suci yang
memberikan keuntungan berlimpah".
10).
Ba-tuo-jia Zun-zhe atau Pantoka, Pantha
Namanya ini berarti "melanjutkan jalan dan penyebaran agama Buddha".
Pos-nya berada di sorga Troyastrimsat, dengan dibantu oleh 1.300 Arhad bawahan.
Menurut legenda ia dilahirkan pada saat ibunya sedang dalam peijalanan. Ia
bertemu dengan Buddha mengikuti pelajarannya, sampai akhirnya mencapai nirwana.
Ia mempunyai kesaktian antara lain dapat menembus benda - benda padat dan pergi
tanpa meninggalkan bekas. Secara umum disebut Bai-na Zun-zhe (Pek Lap Cun Cia-
Hokkian).
11).
Shu-bo-jia Zun-zhe atau Gobaka
Kedudukannya ada di pegunungan Gandhamadana. Arhad pembantunya terdiri dari 900
orang. Sering ditampilkan dalam keadaan semedi, dengan tangannya memegang
kipas, Dalam bahasa Tionghoa ia sering disebut sebagai Jin-xiang Zun-zhe atau
(Cin Hio Cun Cia - Hokkian) yang berarti : "Orang suci yang
mempersembahkan dupa".
12).
Na-jia-xi-na Zun-zhe atau Nagasina
Ia diberi kekuasaan di gunung Pandhava, wilayah Inagadha, dengan dibantu oleh
1.200 Arhad. Luo Han yang satu ini terkenal suka humor tapi cerdik. Ia seorang
penceramah dan guru yang ulung dalam hal ajaran - ajaran Buddha. Nagasina
sering disebut sebagai Jin-deng Zun-zhe (Cin Teng Cun Cia - Hokkian) yang
berarti "orang suci yang membawa penerangan".
13).
Luo-hu-luo Zun-zhe atau Rahula
Ia adalah seorang murid Buddha yang sangat rajin dan sangai. taat akan hukum -
hukum Buddhisme, setelah menyadari bahwa dia hidupnya penuh kesesatan.Orang -
orang percaya bahwa dia akhirnya akan kembali ke dunia sebagai putra Buddha.
Sekarang ini ia bertanggungjawab atas suatu daerah yang penuh keharuman tanaman
- tanaman obat, dengan dibantu oleh 1.000 Arhad pembantu.
Ia biasanya ditampilkan dengan wajah luar biasa, kepala berbentuk kubah dan
halis yang tebal. Secara umura ia disebut sebagai Xi-she Zun-zhe (Hi Say Cun
Cia - Hokkian), sebab ia sering digambarkan dengan mempermainkan seekor singa
kecil dilangannya.
14).
A-she-duo Zun-zhe atau Ajita
Ajita dianggap sebagai reinkarnasi dari Maitreya (Mi-le-fo). Ia selalu
digambarkan sebagai seorang pendeta yang menggendong kantong besar yang
diikatkan dipunggungnya. Di dalam kantong itu terdapat banyak perampok dan
Mencuri serta pembuat dosa yang lain.
Menurut legenda ia hidup pada kira - kira abad ke-6 Masehi. Di Tiongkok, Luo
Han ini terkenal sebagai Bu-dai Zun-zhe (Poh Tay Cun Cia - Hokkian) atau
"orang suci dengan kantong dari kain".
15).
Yin-he-duo Zun-zhe atau Angida.
Ia menguasai sebuah pegunungan yang disebut Guang-xie, dibantu dengan 1.300
Arhad sebagai bawahannya.Dalam patung ia sering diwujudkan sebagai seorang
pendeta tua yang membawa tongkat kayu dan kitab suci. Di Tiongkok ia sering
disebut sebagai Jin-hua Zun-zhe (Cin Hoa Cun Cia - Hokkian) atau "orang
suci yang mempersembahkan bunga".
16).
Zhu-tu-ban-duo-jia atau Pantha, Choto Panthaka
Pada waktu muda ia bebal dan sulit untuk mencerna pelajaran. Tapi dengan bantuan
Sakyamuni ia menjadi rajin dan cerdas sekali. Akhirnya ia mencapai tingkatan
Arhad dan masuk nirwana. Karena punya kesaktian untuk terbang, ia ditunjuk
sebagai penguasa pegunungan, Ishidara dengan dibantu oleh 1.600 Arhad bawahan.
Ia adalah adik kandung Pantha atau Panthoka, merupakan salah satu murid
kesayangan Buddha. Ia digambarkan sebagai seorang tua yang bersandar dibatang
pohon tua memegang kipas sambil mengajar Dharma. Dalam kalangan Tionghoa ia
disebut juga Jin guo Zun-zhe (Cin Ko Cun Cia - Hokkian)
atau "orang suci yang mempersembahkan buah".
Setelah masuk ke Tiongkok, dari ke - 16 Arhat, ini Ym-he duo digantikan oleh
Boddhidharma pendiri aliran Chan (Zen Buddhisme) yang dalam bahasa Tionghoa
disebut Da Mo Zu Shi (Tat Mo Couw Su - Hokkian) di tambah dengan dua tokoh lagi
yaitu seorang kaisar yang hidup pada jaman dinasti Liang, Liang Wu Di (Liang Bu
Te - Hokkian) yang memerintah dari tahun 502 - 549 Masehi, dan seorang pendeta
jaman Tang bernama Zhi Kuan.
Kaisar Liang Wu Di giat sekali memajukan Buddhisme dan berusaha menghayati
ajaran - ajarannya. Ia rajin sembahyang ke kelenteng - kelenteng dan menelaah
kitab - kitab suci dan membuat pembahasannya. Dia berusaha menerapkan ajaran
Sakyamuni dalam hidupnya.
Sebab itu ia enggan membunuh mahluk hidup, dan melarang orang untuk membunuh
semua barang yang berjiwa untuk sesajian. Bahkan orang yang telah dijatuhi
hukuman mati oleh pengadilanpun dibebaskan dengan cucuran air matanya. Seperti
Raja Asoka dari India, ia pun menjadi paderi.
Sifatnya yang penyayang ini mengakibatkan ia mengabaikan pertahanan negeri.
Seorang jenderal dari utara, IIou Qing, menyerbu ke kota raja dan menangkapnya.
Kaisar ini meninggal dunia dalam tahanan para musuhnya. Pada masa pemerintahan
Liang Wu Di inilah, Boddhidharma datang ke Tiongkok
Tentang Zhi Kuan, tidak banyak yang kita ketahui. Hanya ia adalah seorang
pendeta yang pernah berbuat banyak bagi masyarakat. Ia berbuat antara lain
dengan mengusir Han - ba, mahluk halus yang menjadi penyebab bencana
kekeringan, demikian menurut legenda. Zhi Kuan secara umum sering disebut Zhi
Gong.
Mengenai tambahan dua orang Arahat ini, memang ada banyak versi. Kecuali versi
di atas, ada juga versi yang memasukkan Nandimitra dan Pindola yang muda, sebagai
Arhat tambahan. Ji Gong (Ce Kong - Hokkian), itu pendeta jenaka yang berwatak
eksentrik tapi ringan tangan dan suka menolong sesama orang, juga tercatat
menjadi salah satu dari 18 Luo Han (tentang Ji Gong ini, lihat bab tentang Ji
Gong Huo Fo).
No comments:
Post a Comment