TERPUJILAH PARA BUDDHA, PARA BHODHISATTVA MAHASATTVA, SERTA PARA ARYA NAN BIJAKSANA..._/\_ NAMO BUDDHAYA _/\_


Hidup bukan untuk berharap, memohon, mengeluh.. Tapi hidup untuk berlatih, berusaha, berdoa dan teruslah berbuat baik.
Biarlah para mahluk suci menilai, melihat ketulusan dan keikhlasan dalam kebaikan yang kita lakukan. Selalu bersyukur saat para Buddha, Bodhisattva, Dewa, manusia atau mahluk suci lainnya memancarkan Welas Asih-nya kepada kita.

W E L C O M E ( E H I P A S S I K O )
Showing posts with label KATA BIJAK. Show all posts
Showing posts with label KATA BIJAK. Show all posts

Thursday, 21 November 2013

KATA BIJAK KHALIL GIBRAN

Khalil Gibran berkata :

Manusia hanyalah pengendara di atas punggung usianya.
Digulung hari demi hari, bulan, dan tahun tanpa terasa.
Nafas kita terus berjalan seiring jalannya waktu, setia menuntun kita ke pintu kematian..

Sebenarnya dunialah yang makin kita jauhi dan liang kuburlah yang makin kita dekati.

Satu hari berlalu, berarti satu hari pula berkurang umur kita.
Umur kita yang tersisa di hari ini sungguh tak ternilai harganya, sebab esok hari belum tentu jadi bagian dari diri kita.

Karena itu, jika hari berlalu tapi tiada Kebaikan dan Kebajikan yang kita lakukan maka akan keringlah batin kita.

Jangan tertipu dengan usia muda, karena syarat untuk mati tidaklah harus tua.

Jangan terperdaya dengan badan sehat, karena syarat untuk mati tidak pula harus sakit.


Mari teruskan berpikiran yang baik, berkata baik, dan berbuat yang baik!


KATA BIJAK KEHIDUPAN

Hidup Aman dan Selamat. 

Mobil mahal bukan jaminan KESELAMATAN…
Menyetir dengan HATI-HATI dan SABAR itulah kunci KESELAMATAN…

Membawa selusin Bodyguard bukan jaminan KEAMANAN…
Rendah HATI, RAMAH dan tidak MENCARI MUSUH, itulah kunci KEAMANAN…

Obat dan vitamin bukan jaminan HIDUP SEHAT…
Jaga MULUT, jaga HATI, ISTIRAHAT CUKUP dan Olahraga yang TERATUR itulah kunci HIDUP SEHAT….

Rumah mewah bukan jaminan KELUARGA BAHAGIA…
Saling MENGASIHI, MENGHORMATI dan MENGAMPUNI, itulah kunci KELUARGA BAHAGIA…

Gaji tinggi bukan jaminan Kepuasan HIDUP…
BERSYUKUR, BERBAGI dan saling MENYAYANGI itulah kunci Kepuasan HIDUP…

Kaya raya bukan jaminan hidup TERHORMAT…
JUJUR, SOPAN, MURAH HATI dan menghargai SESAMA itulah kunci hidup TERHORMAT…

Hidup berfoya-foya bukan jaminan BANYAK SAHABAT…
SETIA KAWAN, BIJAKSANA, MENGHARGAI, menerima TEMAN APA ADANYA, dan suka MENOLONG itulah kunci BANYAK SAHABAT…

Kosmetik bukan jaminan KECANTIKAN…
SEMANGAT, KASIH, CERIA, RAMAH dan SENYUMAN itulah kunci KECANTIKAN…

Satpam dan tembok rumah yang kokoh bukan jaminan HIDUP TENANG…
Hati yang DAMAI, KASIH dan tiada KEBENCIAN itulah kunci KETENANGAN dan rasa AMAN…

Hidup kita itu sebaiknya ibarat “JAM DINDING”, dilihat orang atau tidak ia tetap BERDETAK…
Dihargai orang atau tidak ia tetap BERPUTAR…
Diterima-kasihi atau tidak ia tetap ‘BEKERJA’…

Kalau Anda bilang Anda SUSAH, banyak orang yang LEBIH SUSAH dari Anda. Dan, kalau Anda bilang Anda KAYA, banyak orang yang LEBIH KAYA dari Anda!
Nikmatilah HIDUP selama Anda masih diberi HIDUP & belajarlah BERSYUKUR dengan KEADAANMU! Karena Anda TIDAK AKAN TAHU kapan Anda akan kembali kesisiNya.

Sesungguhnya ada banyak KEBAIKAN di sekeliling kita, namun sering KEEGOISAN menutupi hati, membuat kita tidak MELIHATNYA.

Sesungguhnya kehidupan kita sudah BAHAGIA, namun rasa TIDAK BERSYUKUR membuat kita hidup MENDERITA.

Sesungguhnya pekerjaan kita SUDAH BAGUS. Namun ambisi berlebihan membuat kita terus mengeluh dan mengeluh.

Sesungguhnya kita sudah memiliki BANYAK Materi. Namun KESERAHKAAN membuat kita merasa MISKIN.

Sesungguhnya kita punya banyak SAHABAT, namun KEBENCIAN membuat kita memandang mereka sebagai MUSUH.

Kunci permasalahan ada di dalam diri kita masing-masing. Tetap berpikir positif sekalipun dalam kondisi terburuk.

KEBAHAGIAAN,

Keberhasilan yang Anda miliki bukan untuk disombongkan melainkan untuk diteladani. Jangan pernah memandang orang sebelah mata karena setiap orang itu pasti ada masa jayanya. Hidup ini bukan hanya untuk mengejar harta, melainkan juga untuk memperkaya hati agar keseimbangan hidup terjadi.

Orang menjadi tidak bahagia saat ia mulai memimpikan sesuatu yang tidak realitis. Dan orang bahagia adalah mereka yang bisa menerima kehidupan nyata apa adanya.

Jika hati sedang galau, coba renungkan; semakin dipikirkan semakin galau, lepaskan saja maka engkau akan bahagia. Jika ada yang merendahkanmu, jangan dijawab dengan kata-kata. Jawablah dengan karya nyata.

BERSYUKUR,

• Jika engkau memandang hidup dengan rasa syukur, semuanya menjadi indah dan luar biasa!
Gubuk menjadi nyaman bagai istana. Dipan keras  menjadi empuk bagai spring bed. Nasi putih dan kecap bagai sarapan raja.

• Setiap hari adalah hari yang baik. Setiap saat adalah saat yang indah.
Berjalan, duduk atau berbaring adalah kebahagian hidup.

• Bekerja, berkeringat dan berjerih payah adalah kepuasan dan kemuliaan hidup.

• Jika engkau tidak mampu bersyukur, semua yang baik dan indah akan menjadi jelek dan menyakitkan.

• Ke mana pun engkau pergi, apa pun yang engkau kerjakan adalah penderitaan.
Tiada hari tanpa kegelisahan.
Tiada saat tanpa kejenuhan!

• Bukan hidup yang membuat engkau jenuh tapi ketiadaan rasa syukur yang membuat semuanya menjadi jelek dan menjenuhkan.

• KESULITAN SEBESAR APA PUN AKAN TERASA WAJAR bagi jiwa yang tetap melebihkan syukur daripada mengeluh.

• Karena, bukan kebahagiaan yang menjadikan kita bersyukur, tetapi bersyukurlah yang menjadikan kita berbahagia.

• Jiwa yang malas, tetap tersesat walau pun sudah sampai.
Jiwa yang tamak, tetap mengeluh di atas kekayaan.

• Jiwa yang bersyukur, akan berbahagia bahkan di atas masalah.
PERCAYALAH, BERSYUKUR ITU AJAIB!!!

TANYA JAWAB DALAI LAMA

Dalai Lama diwawancara Leonardo Boff, tokoh Teologi Pembebasan Amerika Latin.

Pertanyaannya :

“Agama apa yg terbaik?”

Dalai Lama menjawab sambil tersenyum, menatapku secara langsung, yang mengejutkanku, karena menyadari maksud jahat di balik pertanyaanku.
Beliau jawab :

”Agama yang paling baik adalah agama yang membawamu terdekat dengan Tuhan. Agama yang membuatmu menjadi orang yang lebih baik.”

Pertanyaan:

Untuk menutupi perasaan malu, karena jawaban yang sangat bijaksana, saya bertanya: “Apa yang membuat saya menjadi lebih baik?”

Beliau jawab:

“Apapun yang membuatmu lebih berwelas asih, lebih masuk akal, lebih terlepas, lebih mencintai, lebih memiliki rasa kemanusiaan, lebih bertanggung jawab, lebih etis. Agama yang melakukan semua itu terhadapmu adalah agama terbaik.”

Saya terdiam sejenak, mengagumi dan bahkan sekarang memikirkan jawabannya yang bijaksana dan tak terbantahkan:
”Saya tidak tertarik temanku, tentang agamamu atau apakah kamu beragama ataupun tidak.

Apa yang penting untukku adalah tingkah lakumu di hadapan rekan, keluarga, pekerjaan, komunitas anda dan di hadapan dunia. Ingatlah, bahwa semesta adalah gema dari tindakan dan pikiran kita.”

“Hukum aksi dan reaksi tidaklah semata-mata untuk ilmu alam. Akan tetapi juga hubungan antar manusia.
Jika saya bertindak dengan kebaikan, saya akan menerima kebaikan. Jika saya bertindak dengan kejahatan maka saya akan mendapatkan kejahatan.”

“Kamu akan selalu mendapatkan apa yang kamu inginkan untuk orang lain.
Menjadi bahagia bukanlah takdir. Akan tetapi adalah masalah pilihan.”


Akhirnya dia berkata :
“Berhati-hatilah akan pikiranmu karena mereka akan menjadi perkataan.
Berhati hatilah pada kata-katamu karena mereka akan menjadi tindakan.
Berhati-hatilah pada tindakanmu karena mereka akan menjadi kebiasaan.
Jagalah Kebiasaanmu karena mereka akan membentuk karaktermu.
Jaga Karaktermu, karena akan membentuk nasibmu, dan nasibmu adalah hidupmu…”